MINNY

Senin, 11 Maret 2013

Kapan menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI dan Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI?

Kapan menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI?

Etika dan profesionalisme TSI digunakan ketika seseorang hendak menggunakan teknologi sistem informasi yang ada. Tetapi etika dan profesionalisme TSI ini tidak hanya digunakan saat sedang melakukan sebuah proyek yang akan dijalankan, melainkan juga harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggung-jawaban dari suatu etika dan profesionalisme harus nyata.

Ada empat isu-isu etika yang harus diperhatikan, yakni:
  1.  Isu privasi: rahasia pribadi yang sering disalahgunakan orang lain dengan memonitor e-mail, memeriksa komputer orang lain, memonitor perilaku kerja (kamera tersembunyi). Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan sejauh mana informasi mengenai diri sendiri dapat dikomunikasikan kepada pihak lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok, dan institusi.
  2.  Isu akurasi: autentikasi, kebenaran, dan akurasi informasi yang dikumpulkan serta diproses. Siapa yang bertanggung jawab atas berbagai kesalahan dalam informasi dan kompensasi apa yang seharusnya diberikan kepada pihak yang dirugikan?
  3. Isu properti: kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual). Hak cipta intelektual yang paling umum berkaitan dengan TI adalah perangkat lunak. Penggandaan/pembajakan perangkat lunak adalah pelanggaran hak cipta dan merupakan masalah besar bagi para vendor, termasuk juga karya intelektual lainnya seperti musik dan film.
  4. Isu aksesibilitas: hak untuk mengakses infomasi dan pembayaran biaya untuk mengaksesnya. Hal ini juga menyangkut masalah keamanan sistem dan informasi.

Isu-isu tersebut harus diperhatikan dan dijadikan panduan ketika hendak menggunakan TSI dan harus dilakukan secara profesional mengingat peran seseorang tersebut disuatu perusahaan yang berkaitan erat dengan tanggung jawab orang tersebut di perusahaan.

Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI?


Pengguna etika dan profesionalisme TSI adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Mereka yang ada di lingkungan kerja ini harus sadar dan bertanggung jawab untuk mengimplementasikan etika dan profesionalisme TSI untuk menghindari isu-isu etika seperti yang telah dijelaskan di atas.

Secara umum, pekerjaan di bidang IT terbagi dalam 3 kelompok sesuai bidangnya yaitu :

    Mereka yang bekerja di bidang perangkat lunak (software), seperti :
  •         Sistem analis, orang yang bertugas menganalisa sistem yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa sistem yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain sistem yang akan dikembangkan.
  •        Programer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan sistem analis sesuai sistem yang dianalisa sebelumnya.
  •      Web designer, orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi berbasis web.
  •     Web Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer sesuai desain yang telah dirancang sebelumnya.
  •     Mereka yang bergelut di bidang perangkat keras (hardware). Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan-pekerjaan seperti:
  •     Technical engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknik, baik mengenai pemeliharaan maupun perbaikan perangkat sistem komputer.
  •     Networking Engineer, adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan komputer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.
    Mereka yang berkecimpung dalam operasional sistem informasi. Pada lingkungan kelompok ini, terdapat pekerjaan seperti :        
  • EDP Operator, orang yang bertugas mengoperasikan program-program yang berhubungan dengan electronic data processing dalam lingkungan sebuah perusahaan atau organisasi lainnya.
  • System Administrator, orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap sistem, melakukan pemeliharaan sistem, memiliki kewenangan mengatur hak akses terhadap sistem, serta hal-hal lain yang berhubungan dengan pengaturan operasional sebuah sistem.


Pengertian Etika dan Profesionalisme TSI dan alasan Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan


Pengertian Etika dan Profesionalisme TSI

Etika dan Profesionalisme TSI terdiri dari tiga kata, yakni etika, profesionalisme, dan TSI. Berikut ini akan dijelaskan definisi dari ketiga kata tersebut serta pengertian dari gabungan ketiganya.

    Etika

Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani, Ethos, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Dapat dikatakan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.

Macam-macam etika :

1.      Etika deskriptif

Etika yang berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.

2.      Etika Normatif

Etika normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

    Profesionalisme

Berasal dari kata profesional yang mempunyai makna berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya, (KBBI, 1994). Sedangkan profesionalisme itu sendiri adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang profesional (Longman, 1987).

Secara umum ciri-ciri profesionalisme pada bidang informasi teknologi ( IT ) adalah :

1.      Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang pekerjaan IT.

2.      Memiiliki kemampuan dalam analisa dan tanggap terhadap masalah yang terjadi.

3.      Mampu berkerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja

4.      Dapat menjaga kerahasian dari sebuah data dan informasi

5.      Dapat menjunjung tinggi kode etik dan displin etika.

    TSI

Teknologi Sistem Informasi (TSI) merupakan teknologi yang tidak terbatas pada penggunaan sarana komputer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standar dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian sistem catatan (informasi).

Jadi, pengertian dari etika dan profesionalisme TSI adalah norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan teknologi sistem informasi di lingkungannya.


Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan?

Alasan mengapa seseorang harus memiliki etika dan profesionalisme adalah agar terhindar dari sikap atau perbuatan yang dapat melanggar norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat. Manusia yang memiliki etika baik juga akan mendapat perlakuan yang baik dari orang lain. Etika dan Profesionalisme TSI perlu digunakan karena etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini, dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya.

Etika dalam teknologi informasi bertujuan agar suatu individu di lingkungan itu :

  •     Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri.
  •     Mampu menginventarisasikan dan mengidentifikasikan etikan dalam teknologi informasi.
  •     Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi.

Tujuan pokok dari rumusan etika yang dituangkan dalam kode etik (Code of conduct) profesi :

  •     Standar‐standar etika menjelaskan dan menetapkan tanggung jawab terhadap klien, institusi, dan masyarakat pada umumnya.
  •     Standar‐standar etika membantu tenaga ahli profesi dalam menentukan apa yang harus mereka perbuat kalau mereka menghadapi dilema‐dilema etika dalam pekerjaan.
  •     Standar‐standar etika membiarkan profesi menjaga reputasi atau nama dan fungsi‐fungsi profesi dalam masyarakat melawan kelakuan‐kelakuan yang jahat dari anggota‐anggota tertentu.
  •     Standar‐standar etika mencerminkan / membayangkan pengharapan moral‐moral dari komunitas, dengan demikian standar‐standar etika menjamin bahwa para anggota profesi akan menaati kitab UU etika (kode etik) profesi dalam pelayanannya.
  •     Standar‐standar etika merupakan dasar untuk menjaga kelakuan dan integritas atau kejujuran dari tenaga ahli profesi.
  •     Perlu diketahui bahwa kode etik profesi adalah tidak sama dengan hukum (atau undang‐undang). Seorang ahli profesi yang melanggar kode etik profesi akan menerima sangsi atau denda dari induk organisasi profesinya.


Kamis, 24 Januari 2013

ATIS, CCTV, VIDEO STREAMING, IP NETWORK CAMERA


ATIS

Terminal Information Service Otomatis, atau ATIS, adalah siaran terus menerus informasi aeronautika tercatat noncontrol di terminal sibuk (yaitu Bandara) daerah. Siaran ATIS berisi informasi penting, seperti informasi cuaca, dimana landasan pacu aktif, pendekatan yang tersedia, dan informasi lain yang diperlukan oleh pilot, seperti NOTAMs penting. Pilot biasanya mendengarkan siaran ATIS tersedia sebelum menghubungi unit kontrol lokal, untuk mengurangi beban kerja pengendali 'dan mengurangi kemacetan frekuensi. Rekaman diperbarui dalam interval tetap atau ketika ada perubahan yang signifikan dalam informasi, seperti perubahan di landasan pacu aktif. Hal ini diberikan penunjukan surat (misalnya bravo), dari alfabet ejaan ICAO. Surat itu berlangsung turun alfabet dengan setiap update dan dimulai pada Alpha setelah istirahat dalam pelayanan 12 jam atau lebih. Ketika menghubungi unit kontrol lokal, pilot akan menunjukkan dia / dia memiliki "informasi" dan surat identifikasi ATIS untuk membiarkan controller tahu bahwa pilot adalah up to date dengan semua informasi saat ini.
The ATIS di bandara biasanya diberikan oleh suara otomatis, ini memungkinkan controller udara sibuk lalu lintas dengan cepat mengetik pesan ATIS baru daripada membuat rekaman suara memakan waktu. Sebagian besar bandara di negara tertentu sering akan memiliki format yang sama ATIS atau layout dengan suara otomatis yang sama. Misalnya semua informasi ATIS di bandara utama di Inggris seperti Heathrow, Gatwick, Manchester, Birmingham, Edinburgh, dan bahkan yang lebih kecil seperti East Midlands dan Newcastle dan lebih banyak memiliki format yang sama atau tata letak dan semuanya diberikan oleh otomatis yang sama suara. Bawah ini menunjukkan informasi ATIS sama untuk dua bandara Inggris yang memiliki suara otomatis sama dengan hampir semua bandara Inggris lainnya. Beberapa bandara akan memberikan informasi yang lain bahkan tidak dalam negara yang sama.
(http://en.wikipedia.org/wiki/Automatic_Terminal_Information_Service)
Pengertian CCTV
 CCTV adalah sebuah kamera video digital yang difungsikan untuk memantau dan mengirimkan sinyal video pada suatu ruang yang kemudian sinyal itu akan diteruskan ke sebuah layar monitor. Fungsinya adalah untuk memantau keadaan dalam suatu tempat, yang biasanya berkaitan dengan keamanan atau tindak kejahatan, jadi apabila terjadi hal-hal kriminal akan dapat terekam kamera yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan bukti.

Pengertian video streaming
Streaming adalah sebuah teknologi untuk memainkan file video atau audio secara langsung ataupun dengan pre-recorder dari sebuah mesin server (web server). Dengan kata lain, file video ataupun audio yang terletak dalam sebuah server dapat secara langsung dijalankan pada UE sesaat setelah ada permintaan dari user, sehingga proses running aplikasi yang didownload berupa waktu yang lama dapat dihindari tanpa harus melakukan proses penyimpanan terlebih dahulu. Saat file video atau audio di stream, akan berbentuk sebuah buffer di komputer client, dan data video - audio tersebut akan bulai di download ke dalam buffer yang telah terbentuk pada mesin client. Dalam waktu sepersekian detik, buffer telah terisi penuh dan secara otomatis file videoaudio dijalankan oleh sistem. Sistem akan membaca informasi dari buffer dan tetap melakukan proses download file, sehingga proses streaming tetap berlangsung.
Cara simple dan gampang memahaminya, Video adalah sebuah file yang biasanya adalah yang hanya dibuka dan dimainkan oleh aplikasi multimedia yang digunakan seperti Windows Media Player, Winamp, dan lain sebagainya, yang dimaksud dengan video streaming adalah Anda bisa melihat langsung video pada satu halaman web tanpa harus download terlebih dahulu.  (blog.ub.ac.id/yafemo/)
Pengertian IP Network camera
Sebuah protokol Internet kamera, atau kamera IP, adalah jenis kamera video digital umumnya digunakan untuk surveilans, dan yang tidak seperti televisi sirkuit tertutup analog (CCTV) kamera dapat mengirim dan menerima data melalui jaringan komputer dan internet. Meskipun kebanyakan kamera yang melakukannya adalah Webcam, "kamera IP" istilah atau "netcam" biasanya hanya diterapkan dengan yang digunakan untuk pengawasan. Ada dua jenis kamera IP: kamera IP terpusat, yang memerlukan Perekam Video Jaringan pusat (NVR) untuk menangani manajemen rekaman, video dan alarm. Desentralisasi IP kamera, yang tidak memerlukan Perekam Video Jaringan pusat (NVR), sebagai kamera telah merekam fungsi built-in dan dengan demikian dapat merekam langsung ke media penyimpanan digital, seperti flash drive, hard disk drive atau penyimpanan jaringan terpasang.

Minggu, 06 Januari 2013

Peranan Telematika di Bidang Pendidikan, Manfaat dan Dampak Negatifnya


Peranan telematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam bidang pendidikan contohnya para pelajar / mahasiswa - mahasiswi yang telah mereka dapat di sekolah / kampus untuk mencari dan menggalih ilmu lebih dalam melalui media internet, salah satunya para dosen di kampus memberikan tugas virtual class yang di kemas dalam bentuk web base contohnya v-class gunadarma.

Dalam virtual class ini disamping mahasiswa - mahasiswi diberi materi dari mata kuliah yang ditugaskan, mereka juga mengerjakan soal atau kuis dan forum diskusi yang telah dibuat oleh dosen mata kuliah tersebut. Contoh v-class ini dapat mewakili arti dari telematika yakni forum diskusi sebagai tele : telekomunikasi, materi elektronik dikemas ke dalam virtual class sebagai ma : multimedia, dan informasi elektronik berbasis web sebagai tika : informatika

Karena peranan internet sangat penting dalam bidang pendidikan, pasti memiliki manfaat dan dampak yang berakibat pada pendidikan dan mental para pelajar / mahasiswa - mahasiswi jika mereka tidak bisa menyaring mana hal yang baik untuk dikonsumsi dan buruk untuk masa depan mereka.

Diantaranya manfaat positif dan dampak negatif dari telematika, manfaat dan dampak ini saya dapat dari sumber lain yakni :

Dampak Telematika
Berbagai macam bentuk yang menjadi dampak penggunaan telematika merebak luas pada masyarakat. Dampak ini akan memunculkan dan merubah pola kehidupan, bekerja, berusaha bahkan merubah falsafah pada bidang-bidang tertentu. Dampak yang pasti adalah akan terjadinya perubahan minat bekerja yang lebih
efisien dalam arti benefit to cost ratio, efektif dalam arti kualitas produk, jasa, dan pemerataan distribusi produk jasa kepada masyarakat. Dampak yang akan muncul penggunaan telematika baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu:
  1. Penghematan transportasi dan bahan bakar.
  2. Menghindarkan jam-jam yang tidak produktif menjadi lebih produktif.
  3. Mengembangkan konsep kegiatan tersebar secara merata ke seluruh daerah.

Dampak Negatif
  • Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
  • Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.
  • Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.

Manfaat Telematika
  • Manfaat internet dalam e-Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
  • Manfaat internet dalam e-Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
  • Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
  • Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
  • Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.